Rabu, 12 Oktober 2011

‘Pengembaraan’ Maher Zain Hingga ke Indonesia




 Saat ini di Indonesia, namanya begitu terkenal. Lagunya diputar di berbagai tempat di Indonesia. Sosoknya begitu dikagumi dan lagunya sangat digemari. Namanya Maher Zain. Tak lama lagi, tepatnya sejak 6 Oktober 2011 nanti, ia akan menggelar “Konser Silaturrahmi Untuk Indonesia” di berbagai kota besar di Indonesia; dari Bandung pada 6 Oktober, Surabaya pada 8 Oktober dan Jakarta pada 9 Oktober.  
Umurnya baru 30 tahun. Namun, karir bernyanyinya telah mendunia. Awalnya, ia dikenal sebagai seorang penyanyi R&B Swedia. Namun, kini ia justru tersohor sebagai penyanyi lagu-lagu religi (munsyid alias penyanyi lagu-lagu nasyid). Kemmpuannya menghadirkan lagu bertema religi secara modern membuatnya begitu digemari, khususnya di negara-negara berpenduduk Muslim. Ia seolah menjawab ‘kehausan’ masyarakat Muslim pecinta musim yang ingin mendengarkan lagu-lagu dengan irama mengasyikkan dan modern, namun tetap berisi nilai-nilai religi.
Album debutnya  bertajuk "Thank You Allah" hadir dengan 13 lagu dan dua lagu bonus. Album ini dirilis pada 1 November 2009. Versi perkusi eksklusif dan versi bahasa Perancis juga dirilis tak lama setelah itu. Album ini begitu laris di pasaran dan menjadi hits, termasuk di Indonesia. Lagu unggulan dalam album ini, yakni Thank You Allah, diakuinya sebagai lagu paling berkesan baginya. Sebab, lagu itu dinilainya sebagai lagu yang mewakili jalan hidupnya. From wrong to the right way,” begitu ia merangkum jalan hidupnya.
Sebagai penyanyi, Maher Zain tak hanya mampu bernyanyi dengan bahasa Inggris dan Arab. Namun, ia jugacakap bernyanyi dengan bahasa Urdu, Turki, Melayu dan bahkan Indonesia. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai satu-satunya artis luar negeri yang mampu bernyanyi dengan bahasa Indonesia secara fasih. Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa bulan lalu, bersama Fadly “Padi” ia menggarap dan menyanyikan versi Indonesia dari lagunya yang berjudul “Insya Allah” dan "For the Rest of My Life" (Sepanjang Hidup). Dua lagu ini, khususnya pada Ramadhan lalu, mendengung di berbagai tempat di Indonesia dan menjadi hits di Indonesia.    
Selain sebagai penyanyi, lelaki berdarah Libanon yang juga pernah tinggal di Amerika ini juga dikenal sebagai seorang penulis lagu dan produser musik. Ia juga seorang sarjana di bidang Aeronautical Engineering.  
Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher masih berumur delapan tahun. Di sana, saat berusia sepuluh tahun, Maher mendapat keyboard pertamanya. Selama remaja itu, ia senang menghabiskan waktu hingga larut malam bersama teman-temannya di sekolahnya untuk bernyanyi, nge-rap, menulis lagu dan bereksperimen dengan musik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar