Foto : Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas memberikan proposal ke Sekjen PBB (telegraph)
NEW YORK - Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas membuat sejarah bagi negaranya lewat perjalanannya dalam meminta pengakuan formal ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tepat pada Jumat kemarin pukul 11.35 waktu setempat, Abbas memberikan proposal keanggotaan resmi Palestina ke Sekretaris Jendral (Sekjen) PBB Ban Ki Moon. Palestina didukung oleh lebih dari 120 anggota PBB yang saat ini sudah mengakui Negara Palestina.
Abbas mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari seluruh hadirin di Majelis Umum PBB. Abbas mengatakan, dirinya bersumpah, Palestina akan kembali berdialog damai bila Israel menghentikan proyek pemukimannya.
Proposal yang diberikan Abbas kepada Sekjen PBB itu berjudul, "Proposal untuk pengakuan Palestina berdasarkan garis batas 4 Juni 1967 dengan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina."
Abbas juga menegaskan sikapnya yang meminta pengakuan ke PBB merupakan respons dari ketidakefektifan seluruh perjanjian perdamaian antara Israel dan Palestina yang sebelumnya sudah dilakukan.
Meski demikian, Abbas juga mengatakan, Palestina tidak akan mengisolasi atau mendelegitimasikan Israel.
Palestina hanya ingin Israel menghentikan proyek pemukimannya karena proyek tersebut akan menghancurkan harapan dari solusi dua negara.
"Pembangunan pemukiman ini mengancam dan juga merusak struktur Otoritas Nasional Palestina, dan dapat mengakhiri keberadaannya," ujar Abbas, seperti dikutip AFP, Sabtu (24/9/2011).
Sekjen PBB akan memberikan proposal tersebut ke Dewan Keamanan PBB, namun voting untuk memutuskan keanggotaan penuh Palestina akan memakan waktu beberapa pekan ke depan.
Dalam Dewan Keamanan PBB, Palestina akan membutuhkan minimal sembilan suara untuk mendapat pengakuannya. Saat ini, Palestina dikabarkan sudah mendapatkan tujuh suara, namun Amerika Serikat (AS) siap menjegal Palestina dengan menggunakan hak vetonya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar