Jumat, 09 Desember 2011

kata -kata mutiara

Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah.

Selasa, 18 Oktober 2011

Perlahan Manusia Terkikis Oleh Robot

LONDON -   Kemajuan teknologi robot dapat menggantikan tentara manusia di medan perang. Kemungkinan ini tentu bukan isapan jempol semata. Seperti film Terminator, robot-robot mendominasi medan perang dan lebih efektif dalam menumpas musuh.

Apa yang terjadi di film Terminator ternyata dapat terelasisasi di medan pertempuran saat ini. Itu artinya, baku tembak di pertempuran bisa digantikan oleh robot, seiring meningkatnya protes banyaknya tentara manusia yang tewas di medan laga.

Diperkirakan, perang di masa depan akan lebih banyak dimainkan oleh robot-robot berteknologi tinggi. Tujuan utamanya untuk meminimalisir jumlah korban prajurit yang bertempur. "Kini, sekitar 8.000 robot telah diterjunkan di medan perang. Mereka dipercaya akan membawa misi revolusi militer. Sebagian besar robot kini diterjunkan ke darat dengan tugas non-tempur seperti penjinakkan bom dan pesawat tanpa awak," paparnya.

Quinn mengutarakan, di masa depan sangat menjanjikan penggunaan lebih banyak tentara robot di medan tempur, termasuk kendaraan perang tanpa awak manusia. "Semakin dekat, Anda akan ditembak. Inilah kelebihan robot yang mampu dikendalikan dari jarak jauh," paparnya, seperti dikutip dari BBC. Dia menegaskan, robot-robot bersenjata itu hanya dioperasikan dibawah kontrol tentara manusia. Alasannya, hingga kini, kata dia, robot tidak dapat beroperasi sendiri. Namun, menurut Peter Singer, penulis buku Wired for War, kecepatan perang modern akan membuat kontrol manusia semakin sulit.
Seperti halnya sistem pertahanan artileri otomatis yang diterapkan di Afghanistan. "Sistem tersebut akan menembak jika ditembak. Kita tidak dapat menghentikannya, kita hanya dapat mengaktifkannya," papar Singer.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika robot tersebut menyerang target yang tidak seharusnya dan melanggar hukum perang? Akademisi Amerika Serikat Patrick Lin yang bekerja untuk membuat etika robot untuk militer, mengungkapkan, robot dapat diprogram untuk mengikuti standar tertentu.

Meski demikian, dia tetap mempertanyakan, "Benarkah kita dapat melakukan itu dengan komputer kita?" ujarnya. Saat ini, Amerika Serikat (AS) telah menggunakan robot-robot canggih di pertempuran, baik itu di Irak maupun di Afghanistan.

Pentagon telah membuat kendaraan tanpa pengemudi yang disebut EATR. Robot mobil itu dapat mengisi ulang bahan bakar sendiri dengan materi organik ketika berjalan jarak jauh. Penemu EATR, Dr Robert Finkelstein dari Robotic Technology Inc, mengungkapkan, penemuannya membutuhkan bahan-bahan organik sebagai bahan bakar dan lebih vegetarian dibandingkan manusia.

"Robot hanya dapat melakukan apa yang diprogramkan, dan dia memiliki fitur-fitur tertentu," tambahnya. Menurut Finkelstein, robot mampu menghindari kesalahan yang dilakukan prajurit manusia. Dia menuturkan, robot diprogram dengan secukupnya dan dibuat agar sedikit melakukan kesalahan seperti membunuh warga tak bersalah, dan kelompok bukan musuh.

"Robot tidak memiliki ikatan emosional, mereka tidak memiliki rasa takut, mereka dapat bertindak dalam beberapa situasi," ungkapnya. Namun, pihak yang lebih skeptis seperti Profesor Noel Sharkey, pendiri Komite Internasional untuk Kontrol Robot Bersenjata, mengatakan manusia lebih akuntabel sedangkan mesin tidak.

"Anda dapat melatih robot seperti apa pun yang Anda inginkan, dan menjadikannya mematuhi semua aturan di dunia. Tapi, jika apa yang diprogramkan tidak benar, jadi ya begitulah," paparnya.

Dengan revolusi militer, Christopher Coker dari the London School of Economics, menjelaskan, komputer tidak mampu menstimulasikan "etos pahlawan", pemikiran, dan etika tentara profesional. Selama ini, revolusi militer robot telah diterapkan dalam pesawat udara seperti pesawat tanpa awak milik AS di Afghanistan.

Sedangkan penerapan robot di darat, masih terbatas. Sementara itu, Yoshiyuki Sankai, pakar robot ternama dari Jepang, menciptakan HAL (hybrid assistive limb), yaitu pakaian robotik yang telah dikembangkan untuk membantu gerakan dan menambah tenaga orang yang memakainya.

Sankai menerima undangan resmi dari Departemen Pertahanan Jepang untuk mempresentasikan "pakaian robot" yang dibuatnya. Sedanngkan Brian Hart yang kehilangan putranya, John Hart, yang gugur dalam perang Irak pada Oktober 2003, membuat Brian sukses menciptakan robot pendeteksi bom.

Dia pun membuat sebuah kendaraan robot yang dirancang khusus untuk menjinakkan bom. Robot yang dinamakan LandShark (Hiu Darat) itu dilengkapi sejumlah sensor canggih yang dapat mendeteksi dan menonaktifkan bom

Seperti yang kita tahu bahwa dewasa ini memang Kemajuan kecerdasaan buatan meningkat dengan sangat mengagumkan. Dimulai dari lahirnya Deep Blue yang diciptakan oleh IBM, yang mampu mengalahkan pecatur legendaris Kaskarov. Serta proyek ambisius negara Jepang untuk menciptakan komputer generasi ke 5 yang berbasis Artificial Intellegence.

Tapi tahukah kamu bahwa pengembangan - pengembangan robot semacam ini telah ada sejak  zaman dahulu,  Ternyata bentuk robot atau makhluk yang seperti robot telah ada sebelum jaman masehi. Kita mungkin telah mengenal beberapa legenda masyarakat eropa tentang Golem (Makhluk seperti manusia yang terbentuk dari batu atau tanah liat) atau para pembantu Hephaestus yang terbuat dari mesin – mesin dari Yunani. Tapi tidak hanya berupa imajinasi saja, Ctesibius dari Alexandria (250 SM) telah berhasil membuat organ (alat musik) otomatis.

Lalu sarjawan muslim, Al – Jazari (1136 – 1206 ) yang membuat sebuah rancangan tentang robot yang dapat diprogram. Robot menurut etimologinya berarti pekerja, yang bekerja keras, atau budak. Robot dapat diartikan sebagai mechanical creature (makhluk yang berbentuk seperti mesin). Keinginan manusia untuk menciptakan sebuah makhluk cerdas yang dapat bekerja tanpa protes dan patuh telah dilakukan sejak jaman renessaince hingga kini. Mulai dari sekedar rancangan dan impian lalu kini telah menjadi kenyataan

Demikian pula kemajuan embedded system khususnya dibidang robotika. Kelahiran P3 yang menjadi cikal bakal ASIMO sebagai robot humanoid yang telah diterapkan untuk membantu manusia, telah menunjukkan betapa dahsyatnya perkembangan teknologi embedded khususnya bidang robotika.
Perkembangan robot saat ini ternyata dipandang positif oleh departemen militer Amerika Serikat. Dimulai dari proyek pesawat tanpa awak yang digunakan pada perang teluk II dan hingga robot yang mampu mendeteksi arah tembakan sniper. Pengembangan robot yang mampu menggantikan tentara manusia di medan perang tidak mustahil telah dilakukan oleh negara – negara maju. Makalah ini berfokus kepada kehadiran robot militer di masa depan, dimana di satu pihak kehadiran robot ini oleh pengembangnya dipandang dapat menurunkan angka kematian prajurit. Di pihak yang lain, keberadaannya hanya memperburuk keadaan saat ini.

Kemajuan perangkat keras khususnya mikroprosessor dan mikrokontroller turut serta mengambil bagian dalam teknologi robot. Mikroprosessor yang menjadi bagian terpenting dalam teknologi robot, mengakibatkan robot tidak lagi hanya dapat berjalan, tetapi dapat tersenyum, tertawa, sedih dengan melihat keadaan sekitar seperti Kismet robot buatan Dr Cynthia. Penemuan ini lalu mengakibatkan pembuatan robot tidak hanya berkonsentrasi pada gerak, jumlah kaki dan tugas kerja saja. Keinginan untuk dapat membuat robot yang memiliki perasaan seperti layaknya manusia dan kecerdasaan seperti manusia pun mulai dilakukan. Mimpi ini mungkin telah diwakili oleh film – film animasi Jepang seperti Astro  Boy atau Doraemon.
Jepang merupakan negara yang menghabiskan dana terbesar dalam riset dan proyek penelitian robot. Hal ini dapat dilihat dari implementasi robot yang dilakukan oleh negara ini. Mulai dari robot pelayan yang menyajikan makanan hingga robot yang mampu menggantikan seorang presenter televisi.

Sisi ambisius manusia dalam pengembangan robot ternyata tidak hanya berhenti pada bidang pelayanan umum. Keinginan membuat sebuah alat perang yang tidak mungkin menolak perintah dan tidak ragu dalam mengerjakan misi tentunya menjadi impian para petinggi militer di negara manapun juga.
Prajurit manusia dianggap memiliki banyak sekali kelemahan, seperti moral yang kadang naik dan turun. Keterlibatan perasaan saat menjalankan misi dan kemampuan untuk membangkang dari perintah. Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya minat para pemuda di negara maju untuk menjadi tentara. Sehingga wajib militer pun harus dikeluarkan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah ketika seorang prajurit gugur di medan perang, kepada keluarga yang ditinggalkan.

Hal – hal seperti diatas lah yang mengakibatkan sebuah robot yang dapat berperang dan menggantikan peran tentara di medan perang sangat dibutuhkan.
Bila dilihat dari sisi ekonomis tentunya ini lebih murah dibanding biaya yang harus dikeluarkan untuk mentraining seorang manusia untuk dapat menjadi tentara yang baik.

Dari sisi delivery, robot tentara lebih unggul dari prajurit manusia. Robot tentara dapat diproduksi masal. Bisa jadi sebuah pabrik dapat menghasilkan puluhan ribu robot dalam sebulannya, dibandingkan harus mencari dan merekut pemuda yang berusia 18 – 25 tahun.

Banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh oleh sebuah negara jika mampu mengembangkan robot tentara ini. Tidak ada lagi prajurit yang harus dikobarkan, dan tidak ada lagi keluarga prajurit yang harus menangis karena sanak keluarganya tewas di medan pertempuran.

Amerika sebagai negara adikuasa tentunya sudah memikirkan masak – masak tentang robot – robot yang mampu berperang. Kehadiran pesawat  tempur tanpa awak dalam perang teluk ke II sudah menunjukkan keseriusan militer Amerika dalam pengembangan embedded system, kecerdasaan buatan dan teknologi robot di bidang militer.

Seperti yang telah kita ketahui, internet mulanya adalah proyek Departement of Defense Amerika Serikat untuk membuat sebuah sistem komunikasi yang tidak akan mudah hancur karena serangan fisik. Teknologi wireless seperti handphone yang kini telah menjadi kebutuhan sehari – hari komunikasi di Indonesia, juga tidak terlepas dari kebutuhan militer yang berkeinginan agar setiap prajurit dapat berkomunikasi dengan pusat komando dengan mudah. Atau di Indonesia sendiri, penggunaan robot oleh tim Gegana dalam menjinakkan bom juga termasuk contoh implementasinya.

Israel sendiri sebagai negara yang memiliki hubungan tidak baik dengan para negara tetangganya juga dikabarkan telah mengembangkan tank – tank wireless yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tentunya hal ini sangat luar biasa bila dilihat dari sisi teknologi embedded. Dapat saja terjadi di masa depan dimana setiap instrumen – instrumen militer dapat digerakkan dari jarak ribuan kilometer.

Jika tadi kehadiran robot – robot militer dilihat dari sudut pandang yang menguntungkan, tetap saja robot – robot militer tersebut tetap memiliki tujuan yang sama dengan tentara manusia yaitu sebagai alat yang digunakan untuk menghancurkan musuh. Tetap saja sasaran – sasaran yang dihancurkan sama, jika tidak perangkat militer, bangunan pasti manusia. Hal – hal inilah yang mungkin membuat beberapa peneliti / pengembang tidak setuju penggunaan robot dalam militer.

Robot – robot ataupun instrumen militer yang dibuat tentunya lebih efektif dibandingkan tentara manusia, mereka tidak ragu dalam menembakan peluru, rudal maupun misil ke arah orang dewasa maupun anak – anak. Tidak ada perasaan yang dilibatkan hanya perintah dan kode – kode instruksi yang  dijalankan dalam bentuk bit – bit oleh mikroprosessor, 100% efektif.

Manusia pun juga sudah menyadari akan ketakutan tentang kehadiran robot – robot dalam militer. Hal ini dapat dilihat dari film Terminator yang diproduksi oleh Hollywood. Dimana robot – robot militer lepas kontrol

Penggunaan embedded system dan artificial intellegence memberikan kemudahan pada manusia di berbagai bidang. Implementasi dari embedded system dan artificial intellegence adalah teknologi robotika. Fungsi robot sangat membantu baik di bidang industri hingga medis. Robot juga memiliki kemampuan menggantikan manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berbahaya seperti peran astronot di stasiun antariksa.

Polemik penggunaan teknologi robot dalam bidang militer telah menjadi perdebatan para ahli. Baik itu keuntungan yang dapat diperoleh serta kerugian yang akan dirasakan. Setiap teknologi yang diciptakan manusia dapat menjadi pedang bermata dua yang tiba-tiba dapat menyerang siapapun termasuk tuannya sendiri. Hal ini telah diketahui semenjak dinamit hingga bom atom ditemukan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Pemerintah Israel Beri "Ibu Jari" untuk Serangan Darat

TEL AVIV  Pejabat pemerintah Israel sudah memberikan lampu hijau kepada militer untuk melakukan serangan darat. Keputusan ini keluar setelah Amerika Serikat memberikan dukungan.

"Pemerintah Israel sudah memberikan "ibu jari" untuk invasi darat ke Jalur Gaza," demikian dilaporkan Fox News, Sabtu (15/10) mengutip seorang sumber Israel yang tidak disebutkan namanya. Pada Jumat pagi waktu setempat, Perdana Menteri Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Ehud Barak, Menteri Luar Negeri Tzipi Livni dan anggota kabinet lainnya berdiskusi soal serangan darat Israel. Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev menyatakan, pertemuan itu juga dihadiri pejabat militer dan intelijen Israel. Lampu hijau untuk serangan darat keluar setelah pemerintah Amerika Serikat Jumat kemarin memberi lampu hijau bagi Israel.

"Saya kira langkah yang diambil, apakah itu dari darat atau udara, merupakan satu paket operasi militer. Itu merupakan keputusan yang sudah diambil Israel," ujar Gordon Johndroe, deputi bidang press Gedung Putih.

Langkah evakuasi warga sipil dari Gaza, merupakan pertanda serangan darat semakin dekat. Saat ini sudah 400 warga yang memegang paspor asing dari Rusia, AS, Turki, dan Norwegia, sudah meninggalkan Gaza.

Sementara Hamas tak tinggal diam dengan ancaman serangan darat itu. Pemimpin biro politik Hamas Khaleed Meshaal Jumat kemarin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan kejutan bagi tentara Israel yang masuk Gaza. Dia menyebutnya dengan "black destiny" bagi tentara Israel. "Jika Anda (Israel) melakukan langkah bodoh dengan menyerang dari darat, black destiny akan menanti Anda," kata Meshaal.

Hingga dari kedelapan serangan Israel, sebanyak 436 orang tewas dan 2.250 lebih terluka. Sementara Israel sudah kehilangan enam warganya (termasuk militer) dan 16 lainnya dilaporkan terluka akibat serangan roket dan mortir Hamas.

Hamas:Gaza akan jadi kuburan tentara israel

GAZA Saat Israel melancarkan serangan daratnya ke Gaza Sabtu malam tadi, dalam satu siaran televisi lokal, juru bicara Hamas memperingatkan bahwa jalur pantai Gaza akan menjadi kuburan serdadu-serdadu Israel, demikian harian Israel, Haaretz, Minggu.

Juru bicara Hamas Ismail Radwan muncul di TV Alqsa milik Hamas beberapa saat setelah Israel mengirimkan pasukan daratnya memasuki Gaza, namun tidak jelas pakah pernyataannya itu siaran langsung atau rekaman.

Dalam pesan lainnya Hamas mengancam pasukan Israel bahwa "Gaza tidak akan menjadi lautan karangan bunga (sambutan kedatangan) buat kalian, namun menjadi lautan api dan neraka."

Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 menyusul pertempuran jalanan yang berdarah-darah melawan rivalnya gerakan Fatah Palestina.

Dengan menurunkan pasukan daratnya ke Jalur Gaza, demikian Hamas, Israel akan jatuh dalam "perangkap di mana para pejuang kami telah bersiap menyambut serdadu-serdadu dan tank-tank Israel."

Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, dalam satu pernyataannya menuturkan bahwa "musuh zionis akan terkejut dan menyesal telah menempuh operasi itu dan akan membayar dengan harga mahal.  Para pejuang militan kami menunggu dengan sabar untuk berhadapan dengan serdadu-serdadu (Israel) muka lawan muka."

Hamas dikabarkan telah lama mempersiapkan diri menghadapi serangan darat Israel dengan menggali lubang perlindungan dan menanam ranjau di sejumlah tempat.  Pada permulaan ofensif, artileri Israel menyasar sejumlah daerah di perbatasan yang diduga untuk meledakkan ranjau-ranjau tersembunyi.

Kamis, 13 Oktober 2011

Linux Juga Punya Pintu, Sudah Dikunci?


ilustrasi 

Tapi apakah itu berarti yang menggunakan Linux akan selamanya bebas dari pembobolan atau pembajakan? Tidak sesederhana itu.

Kasus paling nyata dari rumitnya keamanan adalah yang menimpa kernel.org –ya, situs resmi pengembangan Linux— dan keluarganya yaitu Linux Foundation dan Linux.com.

Ketiga situs yang memang masih memiliki hubungan ini down selama lebih dari satu minggu. Dalam analisis administrator kasus ini diketahui bermula dari ditemukannya Trojan dalam kernel.org sebelum akhirnya menyerang Linux Foundation dan Linux.com.

Pemilik Trojan diketahui mempunyai akses root untuk ketiga situs tersebut walaupun belum mendapatkan banyak hal. Tidak juga memodifikasi kernel yang telah jadi berkat kontrol sistem buatan Linus Torvalds yang membuat kernel jadi memiliki keamanan berlapis. Setelah melakukan analisis dan berbagai antisipasi ke depan beberapa minggu kemudian ketiga situs tersebut kembali normal.

Bobolnya sebuah situs atau sistem adalah momok bagi administrator dan juga bagi pemilik sistem. Sekuat apapun sebuah sistem –termasuk Linux— tidak akan lepas dari kemungkinan bobol karena kelalaian penutupan celah adalah bagian dari sifat manusiawi administrator. Ada banyak sebab yang mengakibatkan Linux bisa bobol.

Seiring berjalannya waktu sebuah sistem juga membutuhkan update patch untuk menutup celah yang mungkin ada. Ibarat sebuah rumah, ada bagian-bagian yang mungkin melemah atau bahkan retak karena dimakan usia. Dengan melakukan update tentu sistem menjadi lebih baik dari sebelumnya sebagaimana dibenarkan oleh pakar keamanan Bruce Schneier.

Akan tidak berguna pula sebuah sistem yang handal dan paling aman di dunia jika akses root diberikan kepada tangan yang salah, seperti meminjamkan password misalnya.

Dalam sistem Linux dikenal pemberian akses kepada masing-masing user dengan tingkat berbeda-beda. Root memiliki akses penuh terhadap sistem sementara user memiliki akses yang terbatas. Hal ini bukan saja bermanfaat untuk masing-masing user sebagaimana perannya namun juga bagi sistem itu sendiri.

Mengibaratkan Linux sebagai sebuah rumah di sana ada pintu depan, pintu belakang, jendela dan lain sebagainya. Sebagus dan sekuat apapun bagian-bagian dari komponen rumah tersebut, jika pemilik lupa mengunci pintu depan saja maka semua orang bisa masuk. Tidak terkecuali pencuri yang bermaksud mengambil lukisan indah yang terpampang rapi di dinding.

Jika Anda mengharapkan sebuah sistem yang aman dan bebas dari pembobolan atau sejenisnya, ibarat rumah, sudahkah anda mengunci semua pintu?

Rabu, 12 Oktober 2011

Islam Jadi Norma Masyarakat di Pinggiran Perancis

 
Ada sebuah fakta mengejutkan yang dihasilkan dari penelitian yang dipimpin oleh Gilles Kepel, ilmuwan politik Perancis yang ahli dalam dunia Muslim. Dalam penelitian yang dilakukan selama setahun di Clichy-Sous-Bois dan  Montfermeil, dua pinggiran Kota Paris, dihasilkan kesimpulan bahwa komunitas imigran yang tinggal di pinggiran Perancis justru untuk menggunakan nilai-nilai Islam sebagai aturan hidup mereka ketimbang menggunakan nilai-nilai sekular yang dianut negaranya.
Dari hasil penelitian itu didapat fakta bahwa praktek ibadah dan institusi religius telah menggantikan nilai-nilai sekularisme yang telah menjadi tradisi kuat sejak dulu di Perancis. Keluarga-keluarga di daerah pinggiran yang didominasi para imigran dari Afrika Utara dan Afrika Barat itu secara teratur pergi ke masjid, berpuasa saat Ramadhan dan melarang anak-anaknya memakan makanan yang tidak dihalalkan dalam ketentuan Islam.
Perancis memang terkenal sebagai negara anggota Uni Eropa dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak. Lima hingga enam juta jiwa Muslim tercatat tinggal di sana. Mereka rata-rata imigran asal Afrika yang memang beragama Muslim.
Membaca hasil penelitian di atas, kita jadi ingat pada apa yang dikatakan Muhammad Abduh, ulama dan pembaharu Islam asal Mesir, yang dulu pernah berkata; “Aku melihat Muslim di Mesir, tapi aku tak melihat Islam di sana. Sebaliknya, aku melihat Islam di Perancis, walau aku tak melihat Muslim di sana.” Memang sering kali, Islam sebagai sebuah tata nilai social lebih diterapkan dan bersemi di negara-negara yang justru bukan berpenduduk Muslim seperti Eropa. Mungkin, karena mereka memiliki kesadaran akan sempurnanya nilai-nilai Islam untuk diterapkan sebagai nilai-nilai sosial yang memajukan bagi masyarakat. 

Non-Muslim Naik Haji



Bagi seorang Muslim, berkunjung ke Tanah Suci Makkah merupakan salah satu cita-cita tertinggi dalam ritual keislamannya. Sebab, berhaji ke Tanah Suci disebut sebagai ritual penyempurna setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa.
Namun, posisinya sebagai Kota Suci menjadikan Makkah terlarang bagi orang non-Muslim. Tak seorang pun selain Muslim yang diperbolehkan untuk menginjakkan kakinya di Makkah. Dan, pesona Makkah dengan sederet misteri dan kesakralannya, ditambah dengan larangan itu membuat sebagian non-Muslim orientalis asal Eropa justru tertantang untuk berkunjung ke Kota Suci Muslim itu. Tak peduli walau hokum penggal selalu siap mengganjal mereka jika aksinya itu diketahui oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Para orientalis itu tak ubahnya seperti Muslim; mereka memiliki minat yang sangat tinggi terhadap Makkah. Namun, bedanya, minat mereka ke sana bukan untuk melakukan ritual haji, tapi untuk meneliti Islam dari tempat turunnya itu.
Karena hasrat kalangan non-Muslim untuk berkunjung ke Makkah itu berbenturan dengan larangan bagi mereka untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci Muslim, maka mereka yang nekat itu baiasanya datang dengan menyembunyikan jati diri dan menyamar layaknya seorang Muslim yang sedang berhaji. Mereka berpakaian seperti seorang Muslim, menjalani ritual haji dan berbagai ritual keislaman lainnya.
Karenanya, perjalanan mereka menuju Makkah seolah seperti petualangan. Mereka menyusuri negara demi negara secara sembunyi-sembunyi dan diliputi ragam penyamaran. Bahkan, Ludorico Bartena, orientalis asal Roma yang pertama kali mengunjungi Makkah, yakni pada 1503, harus menyamar di barisan tentara Mamluk untuk menyusup masuk ke Makkah.
Namun, tak lama di Makkah, jati diri Bartena sebagai orang Kristen diketahui oleh tentara Mamluk. Saat itu, ia pun berbohong dengan mengaku sebagai muallaf. Kendati demikian, tentara Mamluk tetap menyarankannya agar keluar dari Makkah menuju Jeddah. Namun, di suatu kawasan bernama Eden, ia ditangkap dan dibawa ke hadapan sultan. Ia kemudian diminta untuk mengucap dua kalimat syahadat. Tapi dia menolak dan akhirnya ia dipenjara. Tapi, untung saja istri sultan menolongnya dengan mengusulkan agar ia pura-pura gila sehingga dia dibebaskan. Setelah itu, dia kembali ke Roma.
Selain Bartena, ada sederet nama lain para orientalis Kristen asal Eropa yang juga melakukan perjalanan terlarang menembus Makkah. Mereka di antaranya adalah Badia, Burckhardt, Giovanni Finati, Lon Roches, Sir Richard Burton dan Snouck Hurgronje. Nama yang disebut terakhir (lihat foto) tak lain adalah warga negara Belanda juga sempat menjadi peneliti Islam di Indonesia saat Belanda menjajah Indonesia.